Kamis, 29 Oktober 2015

Rahasia Orang Sukses

Rahasia Orang Sukses





          Sukses bukan soal pendidikan. Bukan soal modal atau omzet. Sukses adalah cara pandang dan keyakinan. Inilah yang membedakan pribadi yang siap menuai sukses dan pribadi yang terseok-seok karena mengejar keuntungan semata. Jadi apa rahasia sukses?

1. Menciptakan tujuan yang S.M.A.R.T
  • ·         Specific (detail) : Tujuan harus detail agar mudah dicapai. Meningkatkan penjualan adalah tujuan yang umum. Tujuan yang detail dijabarkan dengan kalimat meningkatkan penjualan sebesar 500 unit dalam waktu 1 minggu.
  • ·         Measurable (bisa diukur) : Menetapkan tujuan yang tidak bisa diukur sama saja dnegan melakukan pekerjaan sia-sia. Pastikan bahwa, misalnya menjual 500 unit memang bisa dilakukan dalam waktu satu minggu. Tentukan bagaimana tujuan bisa diukur.
  • ·         Attainable (realistis) : Ini berhubungan dnegan poin diatas. Jangan menetapkan tujuan terlalu tinggi tanpa tahu bagaimana memenuhinya. Berpikir dan bersikap realistis.
  • ·         Relevant (berkaitan) : Tujuan yang ditetapkan harus berkaitan dnegan tujuan lainnya. Menjual 500 unit tas dalam waktu 1 minggu sebelum tanggal 29 Oktober 2015 adalah sebuah tujuan yang detil, bisa diukur, realistis dan mengacu pada waktu. Tapi apakah tujuan ini berkaitan jika tujuan utama adalah meningkatkan awareness, misalnya, Lakukan komunikasi antar bagian. Pastikan semua ini memiliki tujuan yang relevan.
  • ·         Timely (mengacu pada waktu) : Waktu memiliki kekuatan untuk mendorong seseorang menyelesaikan tujuan. Sebuah tenggat waktu-deadline, merupakan bagian dari sebuah tujuan yang baik.
2. Mengambil tindakan langsung 
    Sebagian orang berpikir dan berencana, hanya sebatas itu. Sebagian lain berpikir, berencana dan mengambil tindakan. Ini memang masalah keberanian. Dan sukses adalah milik para rencana menjadi sempurna. Ambil keputusan dan ambil tindakan. Hanya seperti itu sebuah rencana bisa terbukti!

3. Focus bukan hanya terlihat sibuk
    Mereka yang sukses bekerja dengan focus untuk produktif. Mereka tidak hanya terlihat sibuk tapi focus. Jika anda berkata, “saya sibuk!” apakah itu berarti anda focus dan produktif? Belum tentu. Ubah cara pandang anda. Bekerja dengan focus untuk produktif. Soal terlihat sibuk atau tidak, biarkan orang lain yang mengatakannya pada anda. Pernah dengar sindiran halus “sibuk adalah bukti kemalasan berfikir!” dari sinilah kalimat bekerja cerdas bukan bekerja keras berasa!

4. Membuat keputusan logis
    Jangan mengambil keputusan penting ketika anda diliputi kemarahan atau kegembiraan. Keputusan terbaik adalah keputusan logis yang didasari informasi. Ingat, satu keputusan bisa berdampak besar.

5. Tidak berusaha menjadi sempurna
    Menjadi sempurna adalah kebaikan maut. Banyak keputusan salah diambil karena keinginan untuk menjadi sempurna. Para perfeksionis selalu sulit memulai pekerjaan dan menemukan kesulitan lebih besar untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Semua hanya kerena ingin kesempurnaan. Camkan, satu kesempurnaan menuntut seribu kesempurnaann. Jika anda tidak memiliki bahkan satu kesempurnaan, mengapa menuntut sebuah kesempurnaan?

6. Bekerja di luar zona kenyamanan
    Mereka yang sukses memilih bekerja di luar zona kenyamanan. Bukan berarti bekerja dibidang yang mereka tidak sukai, tapi bekerja disebuah ruang waktu yang tidak sepenuhnya terkontrol. Kondisi ini memaksa kreatifitas, inisiatif dan kegigihan. Sebuah kondisi yang sering kali harus dilalui dengan ke tidak nyamanan. Tapi sisi lain ke tidak nyamanan adalah kenyamanan. Jadi, mana dulu yang harus anda pilih?