Rahasia Orang Sukses

Sukses bukan
soal pendidikan. Bukan soal modal atau omzet. Sukses adalah cara pandang dan
keyakinan. Inilah yang membedakan pribadi yang siap menuai sukses dan pribadi
yang terseok-seok karena mengejar keuntungan semata. Jadi apa rahasia sukses?
- · Specific (detail) : Tujuan harus detail agar mudah dicapai. Meningkatkan penjualan adalah tujuan yang umum. Tujuan yang detail dijabarkan dengan kalimat meningkatkan penjualan sebesar 500 unit dalam waktu 1 minggu.
- · Measurable (bisa diukur) : Menetapkan tujuan yang tidak bisa diukur sama saja dnegan melakukan pekerjaan sia-sia. Pastikan bahwa, misalnya menjual 500 unit memang bisa dilakukan dalam waktu satu minggu. Tentukan bagaimana tujuan bisa diukur.
- · Attainable (realistis) : Ini berhubungan dnegan poin diatas. Jangan menetapkan tujuan terlalu tinggi tanpa tahu bagaimana memenuhinya. Berpikir dan bersikap realistis.
- · Relevant (berkaitan) : Tujuan yang ditetapkan harus berkaitan dnegan tujuan lainnya. Menjual 500 unit tas dalam waktu 1 minggu sebelum tanggal 29 Oktober 2015 adalah sebuah tujuan yang detil, bisa diukur, realistis dan mengacu pada waktu. Tapi apakah tujuan ini berkaitan jika tujuan utama adalah meningkatkan awareness, misalnya, Lakukan komunikasi antar bagian. Pastikan semua ini memiliki tujuan yang relevan.
- · Timely (mengacu pada waktu) : Waktu memiliki kekuatan untuk mendorong seseorang menyelesaikan tujuan. Sebuah tenggat waktu-deadline, merupakan bagian dari sebuah tujuan yang baik.
Sebagian orang berpikir dan berencana, hanya sebatas itu. Sebagian lain berpikir, berencana dan mengambil tindakan. Ini memang masalah keberanian. Dan sukses adalah milik para rencana menjadi sempurna. Ambil keputusan dan ambil tindakan. Hanya seperti itu sebuah rencana bisa terbukti!
3. Focus bukan hanya terlihat sibuk
Mereka yang sukses bekerja dengan focus untuk
produktif. Mereka tidak hanya terlihat sibuk tapi focus. Jika anda berkata,
“saya sibuk!” apakah itu berarti anda focus dan produktif? Belum tentu. Ubah
cara pandang anda. Bekerja dengan focus untuk produktif. Soal terlihat sibuk
atau tidak, biarkan orang lain yang mengatakannya pada anda. Pernah dengar
sindiran halus “sibuk adalah bukti kemalasan berfikir!” dari sinilah kalimat
bekerja cerdas bukan bekerja keras berasa!
Jangan mengambil keputusan penting ketika
anda diliputi kemarahan atau kegembiraan. Keputusan terbaik adalah keputusan
logis yang didasari informasi. Ingat, satu keputusan bisa berdampak besar.
Menjadi sempurna adalah kebaikan maut. Banyak
keputusan salah diambil karena keinginan untuk menjadi sempurna. Para
perfeksionis selalu sulit memulai pekerjaan dan menemukan kesulitan lebih besar
untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Semua hanya kerena ingin kesempurnaan.
Camkan, satu kesempurnaan menuntut seribu kesempurnaann. Jika anda tidak
memiliki bahkan satu kesempurnaan, mengapa menuntut sebuah kesempurnaan?
Mereka yang sukses memilih bekerja di luar
zona kenyamanan. Bukan berarti bekerja dibidang yang mereka tidak sukai, tapi
bekerja disebuah ruang waktu yang tidak sepenuhnya terkontrol. Kondisi ini
memaksa kreatifitas, inisiatif dan kegigihan. Sebuah kondisi yang sering kali
harus dilalui dengan ke tidak nyamanan. Tapi sisi lain ke tidak nyamanan adalah
kenyamanan. Jadi, mana dulu yang harus anda pilih?
thnks gan infonyaa!
BalasHapusgood penjelasannya
BalasHapus